TUMPAK PARE NIKMAT LAYAKNYA KARE

(klik foto untuk ukuran asli)

Bagi warga Ponorogo tentunya sudah tidak asing lagi dengan bukit yang satu ini. barangkali diantara kalian ada yang belum pernah mendengarnya? Yap,kalau belum di sini saya akan mengulas sedikit tentang bukit mungil satu ini. Berada sekitar 35 km dari kota Ponorogo tepatnya di desa Cepoko Kec. Ngrayun  ada sebuah bukit mungil dengan hamparan rumput dan tanaman pinus yang tertata rapi membuat bukit ini menjadi spot yang cocok untuk diabadikan dengan kamera digital ataupun gadget kalian.

Tidak hanya itu, bukit ini juga menyajikan kenimatan mata bagi siapa saja yang melihatnya. Untuk kalian yang suka dengan kabut tipis tipis di pagi hari, kalian bisa bercamping ceria ataupun berangkat sebelum subuh tergantung dari lokasi keberangkatan. Walaupun kondisi hamparan yang kebanyakan miring namun ada beberapa space landai yang bisa kalian gunakan untuk  mendirikan 4-5 tendak kapasitas 4 orang. Malam harinya kalian akan disuguhkan dengan gemerlap bintang dan lampu kota ponorogo yang terlihat dari atas bukit. Trecking dari tempat parkir ke puncak -+ 40menit tergantuk fisik masing masing.

(klik foto untuk ukuran asli)

Akses menuju lokasi kurang lebih satu jam dari kota dengan sepeda motor, ada beberapa jalan yang sedikit rusak. Jadi kalian tetep harus hati hati, terlebih untuk perjalanan di malam hari. Sedikit gambaran rute dari kota yaitu dari kota ambil arah kecamatan siman(timur) setelah itu ambil arah kecamatan Ngrayun(selatan) melewati dua kecamatan terlebih dahulu, kecamatan Jetis dan Bungkal setelah itu kalian akan bertemu dengan simpang 3 yang ada plang pentunjuk arah kiri(cepoko) kanan(ngrayun) dimana itu sudah masuk wilayah ngrayun ambilah arah kiri -+ 8km barulah kalian sampai di desa cepoko tempat bukit pare tersebut berada.Berhubung jalannya banyak cabang dan belokan saya sarankan untuk mengajak teman yang sudah pernah kesini dan bisa juga dibantu dengan google maps (search desa cepoko). Jalan yang ditunjukan google maps adalah jalan yang saya lewati juga. Tapi jangan bingung apabila apa yang saya jelaskan sedikit berbeda dengan google maps. Karena memang ada dua jalur dari kota sebelum masuk kecamatan ngrayun. Tinggal tanya orang di desa cepokonya dimana tepatnya bukit Pare tersebut.Soalnya dari pengalaman saya, sempet beberapa kali salah jalan dan akhirnya Tanya orang. Untuk tiket masuknya tidak ada alias gratis. Dan kalian juga tidak perlu khawatir soal parkir karena ada rumah warga yang dijadikan area parkir yang aman. (dulu bayar seikhlasnya)

(klik foto untuk ukuran asli)

Oke, sekian dulu ulasan saya soal bukit mungil ini. Semoga informasi yang saya bagikan dapat bermanfaat. Jangan lupa kritik dan saranya, feel free to comment and ask guys. See you next trip 😉

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *